Jumat, 19 April 2013

Kekuatan Tutur Kata Positif

Nabi Muhammad SAW Bersabda : Bertutur katalah yang baik atau diam (HR. Muslim).
 
Ada seorang perempuan yang bersuamikan koki, begitu pandainya sang suami memasak sehingga selalu menemukan kelemahan istrinya dalam memasak. Selalu ada komentar tajam dan pedas yang ia lontarkan. Sampai istrinya malas dan berhenti memasak. karena suatu musibah, suaminya meninggal dunia dan perempuan itu menikah lagi dengan karyawan disebuah perusahaan swasta.

Suatu hari istrinya bertanya, 'Pak, bagaimana masakanku?' Sang suami memuji bahwa seumur hidupnya baru kali ini makan makanan yang terenak didunia. Setiap kali hendak berangkat kerja suaminya selalu mengatakan, 'Mama, aku selalu ingin pulang cepat karena mau menikmati masakan mama.'Pujian itu semakin membuat istrinya gemar memasak. Sampai akhirnya membuat restaurant yang terkenal dengan masakan yang enak tiada duanya.

Teman, tutur kata yang positif akan mendorong kita dan memberikan kepercayaan diri. Sudah sepatutnya kita untuk bertutur kata yang baik dan positif untuk memberikan motivasi dan semangat untuk orang-orang yang ada disekeliling kita untuk meraih impian. Kata-kata yang positif adalah anugerah yang terindah yang mampu merubah dunia menjadi lebih lebih baik.

---

Keadaan Makhluk Sesudah Bangkit Dari Kubur


Diberitakan bahwa para makhluk setelah dibangkitkan dari kubur, maka berdirilah mereka dengan tegak pada tempat yang dibentangkan selama 40 tahun, mereka tidak makan, tidak minum, tidak duduk dan tidak bicara. Ditanyakan kepada RasulullaaHh SAW. : "Ya RasulullaaHh, dengan apa orang-orang mukmin bisa diketahui pada hari kiamat ?"
Nabi SAW. bersabda : "Sesungguhnya umatku mencorong pergelangan kakinya akibat dari bekas wudhu'."

Diberitakan dalam sebuah hadits : Ketika datang hari kiamat, ALLAH membangkitkan para makhluk dari kuburnya. Maka datanglah malaikat pada kubur orang-orang mukmin dan mengusap debu dari kubur mereka, kecuali bekas tempat-tempat sujud mereka, maka tidak hilang usapan tersebut dari kuburan mereka.

Maka terdengarlah nida' yang memanggil dari hadapan ALLAH SWT. : "Debu tersebut bukanlah debu dari kuburannya tetapi debu dari migrab (kiblat) mereka, tinggalkanlah sesuatu pada mereka sehingga mereka melewati Shirath dan mereka masuk kesurga. Maka sesungguhnya setiap orang yang melihat kepada mereka mengerti bahwa mereka adalah khadam (pembantu)-Ku dan hamba-Ku."


Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra. ia berkata : "RasulullaaHh SAW. bersabda:  "Ketika datang hari kiamat dan dibangkitkan para makhluk dari kuburnya, maka ALLAH memberikan wahyu kepada Malaikat Ridhwan : "Hai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan orang-orang yang berpuasa dari kuburnya dalam keadaan lesu dan haus, maka sambutlah mereka dengan makanan goreng-gorengan dan buah-buahan dari surga."
Maka malaikat Ridhwan memanggil-manggil:  "Wahai Ghilman dan Wildan (yaitu pelayan-pelayan disurga yang terdiri dari anak-anak yang belum akil baligh)."
Maka datanglah mereka dengan pinggan (tempat makanan) dari nur (cahaya) dan berkumpul disebelahnya, yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah tetesan air hujan, bintang-bintang dilangit, daun pohon-pohonan. Mereka membawa buah-buahan, makanan-makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Maka ketika ketika malaikat Ridhwan bertemu dengan mereka (orang-orang yang berpuasa), maka diberikanlah makanan tesebut seraya berkata kepada mereka: "Makanlah dan minumlah dengan nikmat dari apa yang kalian inginkan pada hari-hari yang telah lalu."

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : "Nabi SAW. bersabda : "Ada tiga orang yang akan disalami oleh para malaikat pada hari mereka dibangkitkan dari kuburnya, mereka adalah orang-orang yang mati syahid, orang yang berpuasa Ramadhan dan orang yang berpuasa pada hari Arafah."

Dari Aisyah ra. ia berkata : "RasulullaaHh SAW. bersabda: "Hai Aisyah, sesungguhnya disurga ada istana yang terbuat dari intan, yaqut, zabarjad, emas dan perak."
Aku berkata : "Hai RasulullaaHh, untuk siapakah istana itu ?"
RasulullaaHh SAW. menjawab : "Untuk orang-orang yang berpuasa pada hari Arafah."
RasulullaaHh SAW. bersabda lagi : "Hai Aisyah, sesungguhnya hari-hari yang disukai oleh ALLAH adalah hari Jum'at dan hari Arafah yang didalamnya terdapat rahmat, dan sesungguhnya hari-hari yang paling dibenci oleh iblis adalah hari Jum'at dan hari Arafah. Hai Aisyah, barang siapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka ALLAH bukakan untuknya 30 pintu kebaikan dan ditutup darinya 30 pintu kejelekan. Ketika orang-orang itu berbuka dan meminum air maka setiap otot-otot dari jasadnya memohonkan ampunan baginya dengan berkata : "Ya ALLAH, rahmatilah dia sampai munculnya fajar."

Dalam sebuah hadits yang lain diceritakan: Orang-orang yang berpuasa keluar dari kubur mereka dan mereka dapat diketahui dengan bau mulut mereka sebab puasanya. Mereka disambut dengan bermacam-macam hidangan dan beberapa kendi, dikatakan pada mereka : "Makanlah kalian, karena sesungguhnya kalian lapar ketika manusia (yang lain) sedang kenyang dan minumlah kalian, karena sesungguhnya kalian haus ketia manusia segar dan istirahatlah kalian." Maka merekapun makan, minum dan beristirahat sedangkan para manusia yang lain sedang dihisab.

Telah diriwayatkan dalam suatu hadits : Ada 10 orang yang jasadnya tidak akan busuk (walaupun sudah meninggal), yaitu :
  1. Jasad para Nabi.
  2. Jasad orang yang gugur dimedan perang.
  3. Jasad para ulama.
  4. Jasad para syuhada' (orang-orang yang mati syahid)
  5. Jasad orang yang hafal Al-Qur'an.
  6. Jasad pemimpin yang adil.
  7. Jasad orang yang ahli adzan (muadzin).
  8. Jasad perempuan yang mati saat melahirkan.
  9. Jasad orang yang mati dibunuh dengan zhalim (aniaya)
  10. Jasad orang yang mati pada hari Jum'at baik siang atau makannya.

Dalam sebuah hadits Nabi SAW. bersabda : "Pada hari kiamat manusia dikumpulkan sebagaimana pada waktu dilahirkan dari rahim ibunya, dalam keadaan telanjang dan tanpa alas kaki. Aisyah ra. berkata: "Pria dan wanita bersama-sama?"
RasulullaaHh menjawab : "Ya, bersama-sama."
Aisyah berkata lagi : "Aduh jelek sekali, sebagian mereka melihat sebagian yang lain."
Kemudian RasulullaaHh SAW. menepukkan tangannya pada pundak Aisyah dan berkata : "Hai putri Quhafah, pada hari itu manusia saling mengangkat wajahnya dan memandang kelangit, mereka berdiri selama 40 tahun, tidak makan dan tidak minum, dan setiap orang dari mereka berkeringat karena malu kepada ALLAH. Diantara mereka ada yang berkeringat pada telapak kaki, ada yang berkeringat pada kedua bahunya, ada yang berkeringat pada perutnya, ada yang berkeringat pada dadanya dan ada yang berkeringat pada wajahnya, keringat itu disebabkan karena lamanya mereka berdiri."

Aisyah berkata : "Ya RasulALLAH, apakah ada seseorang yang dikumpulkan pada hari kiamat dengan berpakaian ?"
RasulullaaHh SAW. menjawab : "Mereka adalah para Nabi dan keluarganya, orang yang berpuasa Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan secara rutin. Dan seluruh manusia lesu kecuali para Nabi dan keluarganya dan orang-orang yang berpuasa Rajab, Sya'ban dan Ramadhan, karena sesungguhnya mereka kenyang dan tidak lesu karena puasanya dan tidak haus."

Malaikat Maut dan Nabi Ya'qub as.

Kitab tersebut menerangkan ; Malaikat maut dengan Nabi Ya'qub as. hampir seperti saudara. Dan suatu saat malaikat maut mendatangi Nabi Ya'qub as. dan berkata :
"Wahai malaikat maut, engkau datang menjenguk aku atau mau mencabut nyawaku."

"Aku datang berkunjung Wahai NabiyullooHh." Jawab sang malaikat maut.

"Kalau begitu, aku meminta kepadamu untuk mengabulkan hajatku ini." Pinta sang Nabi Ya'qub as.

"Maksudnya ?" sela malaikat maut.

"Beritahukanlah kepadaku, kalau engkau mau mencabut nyawaku." Jawab sang Nabi.

Kata malaikat :
"Baiklah, aku akan mengirim 2 atau 3 malaikat utusanku."


Dan suatu saat malaikat maut datang. Nabi Ya'qub as. bertanya seperti biasanya :
"Wahai malaikat maut, engkau berkunjung padaku atau mencabut nyawaku ?"

"Mencabut nyawamu Wahai NabiyullooHh." Jawab malaikat maut.

"Bukankah dulu, engkau pernah memberitahuku akan mengirim 2 atau 3 malaikat utusan." Jawab nabi Ya'qub as.

"Bukankah aku sudah melaksanakannya." bantah malaikat maut.

"Rambutmu yang sudah memutih, lemahnya tubuhmu, dan bungkuknya punggungmu. Bukankah kesemuanya itu sebagi utusan pada seluruh anak cucu Adam apabila menjelang ajalnya." Jawab kembali sang malaikat maut.

"Sudah lewat waktu dan hari, padahal dosa masih saja dikerjakan ; bahkan datang utusan kematian, namun hati masih saja lalai. Kenikmatanmu di dunia hanya tipuan belaka; bahkan kehidupanmu di dunia hanyalah semu yang tidak bisa dibenarkan."

Abul Ali Addaqooqi ra. berkata :
"Aku pernah memasuki rumah orang shaleh yang sakit. Dia termasuk guru besar, dan banyak sekali orang yang berkunjung menjenguk sakitnya. DIa menangis dlam umurnya yang tinggal sedikit."

Aku pun bertanya :
"Kenapa tuan menangis ? apa karena urusan duniawi ?"

Ia pun menjawab :
"Bukan, tetapi karena tertundanya sholat-sholatku."

"Bagaimana itu bisa terjadi? bukankah engkau oang yang rajin sholat ?" tanyaku.

Ia berkata :
"Hari ini keadaanku tidak bertambah. Aku tidak sujud, kecuali selalu lalai (tidak khusyuk), begitu pula ketika aku mengangkat kepalaku. Dan aku menjelang matipun dalam keadaan lengah ?"

Lalu ia meniup debu sambil melantunkan syair :
"Aku berpikir tentang pertemuanku di hari kiamat kelak ;
serta menyentuhnya pipiku di kuburan seorang diri,
padahal sebelumnya ia mulia dan luhur,
semua itu diimpaskan dengan dosaku,
sementara debu merupakan bantalku.
Aku memikirkan betapa lamanya hisab,
dan sangat hinanya diriku ketika diberi catatan amal,
namun aku hanya punya harapan kepada-Mu Wahai Tuhanku
yang menciptakan aku.
Hanya Engkaulah Tuhanku yang bisa mengampuni segala kesalahanku."

Antara Sengatan Nafsu dan Lebah

Ibrahim Al Khowash ra. bercerita :
"Aku pernah ke gunung Lukas. Disana aku melihat buah delima dan aku langsung menginginkan buah itu. Akupun memetiknya dan lantas membelah. Buah itu ternyata busuk, akupun membuangnya, dan kembali berjalan.
Tiba-tiba, aku melihat seorang lelaki terjatuh dan langsung dikerumuni banyak lebah. Aku memberi salam, 'Assalaamu'alaika !"
 dan Ia menjawab salamku, 'Wa'alaikassalaam, Yaa Ibrahim !' Aku pun bertanya kepadanya ; 'Kau tahu darimana namaku ?'
Ia menjawab ; 'ALLAH tahu semuanya, dan apakah kamu tidak mengkhawatirkan sesuatu ?'


Aku berkata :
"Aku melihat kamu punya urusan dengan ALLAH, maka mintalah kepada-Nya agar diselamatkan dari lebah."

Ia pun justru menjawab :
"Aku juga melihat kamu punya urusan dengan ALLAH, maka mintalah selamat dari godaan nafsu buah delima. Gara-gara buah delima, bisa saja manusia menemukan kesakitan di dunia. Terus sengatan lebah letaknya di tubuh, smentara sengatan nafsu letaknya di hati."

Aku pun termenung dan meninggalkan dia begitu saja.

Menuruti hawa nafsu bisa mengalihkan raja menjadi seorang hamba, dan seorang hamba yang sabar bisa menjadikan dia raja.
Tidakkah kita mengingat kembali cerita Nabi Yusuf as. dan Zulaikha, ia sabar dengan penderitaan yang akhirnya menjadikan ia sebagai Raja Mesir. Sementara greget cinta Zulaikha terhadap Yusuf as. terlalu meluap, yang akhirnya ia menjadi terhina, rendah dan buta, padahal dulunya menjadi istri pembesar kerajaan.

Abul Hasan Ar Razi mempunyai sebuah cerita, ketika melihat ayahnya dalam mimpi semenjak dia meninggal 2 tahun yang lalu. Si ayah memakai pakaian dari aspal, diapun bertanya :
"Wahai anakku, berhati-hatilah engkau dengan tipu daya nafsu."

Tertuang dalam Syair :
" Aku dipermainkan dengan 4 perkara yang tidak bisa aku kuasai,
kecuali lantaran celaka dan kepayahanku. Yakni ; iblis, dunia, dan nafsu.
Bagaimana bisa aku mensucikan diri ini padahal semuanya itu
adalah musuhku.!
Aku merasakan bisikan hati selalu mengikuti nafsu,
dalam kegelapan nafsu dan keinginan."

Hatim Al Ashom ra. berkata :
"Nafsuku sangat kuat, ilmuku adalah pedangku, dosaku kerugianku, syaithan musuhku, sementara jiwaku selalu berkhianat."

Memperdengarkan Al-Qur`an dapat Meningkatkan IQ Balita


Ternyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan…
IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.
Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.
Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu.
Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Dalam musik terkandung komposisi "not" balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.
Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”. Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan “intelektual”.
Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.
Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak.
Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu.
Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran lebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya.
Dalam kaitan upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogyanya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al-Qur’an sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al-Qur’an menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya.
Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

WallooHhu a'lam bishshowaab.

Syair Tanpo Waton




سْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *       وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا
ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *    يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *   ( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)
Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)


Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)
Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)
Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)
Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)
Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)
Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)
Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)
Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)
Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)
Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)
Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Makanan Yang Sebaiknya Dijauhi Oleh Istri


Sesuatu harus dihindari bagi pasangan suami istri

Pengantin putri dilarang memakan cuka dan qasbur selama tujuh hari, maka peliharalah keterangan saya ini.
Susu, apel, dan buah-buahan yang rasanya asam itu semua di khawatirkan bisa menghambat kehamilan, wahai kawan."

Seorang Ulam' Besar  menjelaskan, bahwa pengantin putri selama tujuh hari dilarang memakan makanan yang termasuk dalam nazham tersebut dan semisalnya yang dapat menimbulkan hawa panas. Begitu juga makanan yang pahit-pahit, seperti turmus, zaitun, dan kacang-kacangan, karena itu semua dapat mematikan syahwat dan menyebabkan orang tidak bisa hamil. Sedangkan tujuan utama pernikahan adalah melahirkan keturunan.
RasulullaaHh SAW. bersabda :
"Nikahlah dan berketurunanlah, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian dihadapan umat terdahulu."
Dan hadist-hadits lain yang telah disebutkan pada bab terdahulu
Sedangkan makanan yang dianjurkan untuk dimakan pengantin wanita adalah, daging ayam, jambu, apel yang sudah manis,dan buah-buahan lainnya.

Dianjurkan
Wanita yang sudah hamil sebaiknya memperbanyak mengunyah menyan Arab dan menyan Luban, karena ada hadist yang menerangkan,
RasulullaaHh SAW. bersabda :
"Wahai kaum wanita yang sedang hamil, berilah makan anak yang dikandungan kalian dengan menyan Luban, karena menyan luban itu bisa menambah akal, menghilangkan riya', memudahkan untuk menghafal, dan bisa menghilangkan sifat pelupa pada diri anak."
Sedangkan anjuran untuk makan jambu berasal dari keterangan yang diriwayatkan oleh Imam Yahya bin Yahya, dari Khalid bin Ma'dan :
"Makanlah oleh kalian (wanita-wanita yang sedang hamil) jambu safarjal dapat mempercantik anak."
Adapula riwayat yang menyatakan, bahwa suatu kaum melapor kepada Nabi SAW. tentang kejelekan anak-anaknya. Maka ALLAH SWT. memberi wahyu kepada Nabi-Nya :
"Perintahkanlah mereka agar memberi malam buah jambu safarjal kepada wanita-wanita yang hamil pada bulan ketiga dan keempat kehamilannya."
Disamping itu hendaknya wanita yang sedang hamil selalu menjauhi makanan yang jelek dan banyak campurannya.